Mengapa Anda Butuh Jasa Desain Rumah/Arsitek?

Properti, baik rumah tinggal maupun bangunan komersial adalah investasi jangka panjang yang memerlukan biaya yang besar. Tanpa perencanaan yang baik, pembangunan properti dapat mengakibatkan pemborosan biaya dan mendatangkan kerugian.

Seperti halnya rumah tinggal, Anda sebagai pemilik rumah menginginkan adanya rumah yang nyaman, fungsional, kuat dan kokoh. Tanpa perencanaan yang baik, tujuan awal pembangunan rumah tinggal tidak sepenuhnya tercapai.

Kekhawatiran akan biaya yang mahal sering kali menjadi alasan mengapa seseorang tidak menggunakan jasa arsitek, baik pada saat ingin membangun rumah ataupun renovasi rumah. Meski pada kenyataannya, arsitek dapat meminimalisir beberapa masalah yang muncul pada saat rumah dibangun, seperti

  • Kesalahan desain, baik dalam pemilihan material yang tidak tepat maupun konstruksi yang lemah.
  • Pemborosan biaya yang tidak perlu, seperti penggunaan material yang berlebihan, pekerjaan semakin lama mengakibatkan pemborosan dari sisi biaya tenaga kerja
  • Pembelanjaan material yang tidak tepat waktu, mengakibatkan pekerjaan menjadi molor, atau material rusak

Adanya internet yang menyediakan banyak informasi desain bangunan juga menjadi andil mengapa orang enggan menghubungi arsitek. Bahkan hanya berbekal gambar dari internet, atau bahkan hanya belajar mengoperasikan software 3D, seseorang pun bisa mengaku sebagai arsitek. Banyak juga masyarakat yang lebih mempercayakan secara langsung kepada mandor dan tukang, dibandingkan menyewa jasa arsitek.

Berikut beberapa alasan mengapa arsitek harus dilibatkan dalam pembangunan atau renovasi rumah :

  1. Arsitek terdidik selama minimum 4 tahun di perguruan tinggi, mempelajari aspek pembangunan rumah dan bangunan lainnya, baik dari segi art maupun segi teknis.
  2. Bekal pendidikan yang didapat menjadikan arsitek memiliki sense akan suatu desain. Mulai dari segi perancangan desain, perencanaan pembangunan, hingga pelaksanaan pembangunan.
  3. Potensi masalah yang timbul dari suatu pembangunan dapat diketahui sejak awal, dapat diminimalkan dan ditanggulangi sejak awal.
  4. Pengetahuan yang dimiliki oleh arsitek dapat digunakan untuk memahami kemauan pemilik bangunan, memberikan masukan, mengkoreksi dan menerjemahkan keinginan pemilik bangunan.
  5. Pemahaman akan material bangunan juga menjadi modal seorang arsitek dalam melakukan desain, dengan mempertimbangkan estetika maupun teknis (kualitas, kekuatan, biaya, dll).
  6. Arsitek juga memiliki jaringan penyedia material, kontraktor, dan penyedia jasa bangunan lainnya. Pemilihan material dapat dilakukan dengan tepat, mudah dan sesuai dengan biaya yang direncanakan